Trenggono Beberkan Peluang Kelautan Perikanan ke Pengusaha-Dubes Asing

Trenggono Beberkan Peluang Kelautan Perikanan ke Pengusaha-Dubes Asing

Menteri Perikanan dan kelautan RI, Sakti Wahyu Trenggono saat memberikan pemaparan dalam diskusi panel Indonesia Marine And Fisheries Business Forum 2024, di Fairmont Jakarta, pada Senin (5/2/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono membeberkan sejumlah potensi bagus bagi para pengusaha dan investor serta perwakilan dubes asing untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Menurut Trenggono, Indonesia memiliki sejumlah potensi menggiurkan di sektor kelautan dan perikanan. Apa saja?

Saat membuka Indonesia Marine and Fisheries Business Forum 2024 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (5/2/2024), Trenggono mengungkapkan proyeksi dari Global Seafood Market, pasar seafood global akan tumbuh dengan laju tahunan hingga 8,92%. Pertumbuhan ini menciptakan peluang yang sangat besar bagi industri dan para pelaku bisnisnya terutama di Indonesia.

“Khusus untuk https://213.142.147.151/ sektor perikanan budi daya, KKP memprioritaskan peningkatan produksi pada lima komoditas unggulan ekspor yakni udang, kepiting, rumput laut, lobster, dan tilapia,” ungkap Trenggono.

Dia pun mengutip data ITC dan BPS, nilai ekspor udang Indonesia pada tahun 2022 sebesar US$2,16 miliar atau sekitar 6,9% dari nilai pasar udang global sebesar US$31,28 miliar. Sedangkan untuk rumput laut US$ 600 juta (16,19% dari nilai pasar global US$3,71 miliar), tilapia US$ 79 juta (4,8% dari nilai pasar global US$1,64 miliar), Kepiting-rajungan US$484 juta (6,59% dari nilai pasar global US$7,35 miliar), serta lobster US$26 juta (0,47% dari nilai pasar global US$ 5,6 miliar).

“Nilai hilirisasi perikanan tahun 2022 tercatat mencapai Rp289,64 triliun, dengan rincian makro Rp77,08 triliun, menengah Rp11,04 triliun, kecil Rp11,52 triliun, dan mikro Rp189,99 triliun,” sebutnya.

Menteri Perikanan dan kelautan RI, Sakti Wahyu Trenggono saat memberikan pemaparan dalam diskusi panel Indonesia Marine And Fisheries Business Forum 2024, di Fairmont Jakarta, pada Senin (5/2/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Menteri Perikanan dan kelautan RI, Sakti Wahyu Trenggono saat memberikan pemaparan dalam diskusi panel Indonesia Marine And Fisheries Business Forum 2024, di Fairmont Jakarta, pada Senin (5/2/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Menteri Perikanan dan kelautan RI, Sakti Wahyu Trenggono saat memberikan pemaparan dalam diskusi panel Indonesia Marine And Fisheries Business Forum 2024, di Fairmont Jakarta, pada Senin (5/2/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Menurut Trenggono, beberapa potensi dan peluang investasi di bidang kelautan dan perikanan diantaranya, usaha pengolahan rumput laut di Wakatobi, Industri pengolahan udang terintregrasi di Kebumen, Industri pengolahan udang di Cilacap, budi daya rumput laut di Takalar, pembenihan nila salin di Pati, budi daya dan pasca-panen udang vanamei di Lampung Timur, budi daya udang di Sumbawa Barat, serta perikanan tangkap terintegrasi dan pengolahannya di Maluku Tengah.

“Indonesia Marine and Fisheries Business Forum 2024, merupakan kegiatan yang ditujukan untuk menarik investasi dan kolaborasi di sektor kelautan dan perikanan dari para investor serta pemangku kepentingan lainnya baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri secara berkelanjutan. Selain sebagai forum business matching dan sharing sesSIon pengelolaan kelautan dan perikanan berkelanjutan,” tuturnya.

Hal ini menjadi gambaran peluang usaha yang bisa dimaksimalkan investor. Apalagi konsumsi ikan di dalam negeri saja sudah mencapai 13 juta ton dalam setahun.

“Diharapkan dari penyelenggaraan Kegiatan Indonesia Marine and Fisheries Business Forum 2024 dapat menjadi jalan bagi para partisipan yaitu duta besar negara sahabat, atase perdagangan negara sahabat, para pengusaha dalam negeri dan luar negeri dan calon investor untuk dapat meningkatkan hasil sektor kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*