Sstt…PGEO Diuntungkan Booming Energi Terbarukan Loh!

PLTP Pertamina Geothermal Energy (PGE). Ist

Di tengah gencarnya isu perubahan iklim, sektor renewable energy (energi terbarukan) memiliki prospek yang baik bagi pasar modal. Bahkan, industri energi terbarukan dinilai dapat menjadi salah satu motor penggerak investasi pasar modal Indonesia.

Beberapa minggu lalu, artikel World Economic Forum mengungkapkan bahwa nilai investasi global pada renewable energy mencapai sekitar USD $1 triliun atau Rp15.257 triliun. Hal ini diungkapkan oleh AVP Equity Research Mandiri Sekuritas Henry Tedja pada Squawk Box CNBC Indonesia, Selasa (1/3/2023).

“Dan kita expect Indonesia itu ke depannya bisa terus berkontribusi dalam memberikan investasi-investasi di industri tersebut. Karena memang kalau kita lihat, sumber daya energi baru dan terbarukan yang kita miliki itu sangat masif. Jadi kita punya hydro, solar, geothermal, dan energi baru dan terbarukan lainnya,” jelasnya.

Dengan semakin bertumbuhnya kesadaran akan pengembangan industri energi, diharapkan ini bisa mendorong keuntungan bagi masyarakat serta mendorong Indonesia untuk mencapai target zero emission.

Dari sisi pendanaan, Henry melihat bahwa dukungan dari pasar modal semakin lama semakin kuat pula bagi industri energi terbarukan. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya perusahaan investasi dalam negeri maupun asing yang mengalokasikan dananya pada perusahaan sektor renewable energy.

Kemudian, pendanaan perusahaan pengembang energi terbarukan juga berasal dari penawaran umum saham atau initial public offering (IPO). Seperti yang baru dilakukan oleh anak usaha BUMN, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE.

Emiten panas bumi itu telah resmi melantai di bursa pekan lalu. PGEO mengincar dana segar sebesar Rp 9,78 triliun yang berasal dari pelepasan 25% saham ditempatkan.

Menurut Henry penawaran umum saham perusahaan itu dapat mendukung target kapasitas pembangkit listrik mereka yang sebesar 600 mW. Untuk itu, PGE membutuhkan dana lebih dari USD $2 miliar atau setara Rp30,51 triliun.

Melihat cash flow perusahaan, Henry berpendapat sebenarnya perusahaan mampu memenuhi kebutuhan dana tersebut. Tetapi, pemenuhan target perusahaan dapat terealisasi selama 10 tahun jika hanya mengandalkan dana internal perusahaan.

Sementara dengan melantainya di bursa, PGEO diperkirakan dapat merealisasikan target tersebut dalam 5 tahun ke depan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*