Orang RI Mulai Rajin Beli Mobil, Penjualan Bisa Tembus 1 Juta

Petugas melakukan pengecekan fisik kendaraan sebelum di kirimkan ke pelanggan di Dealer Honda Sawangan, Depok, Jawa Barat (17/9/2020). Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Penjualan mobil baru dalam tren terus menanjak bahkan mencapai rekor selama pandemi. Bila Desember 2022 ini penjualan tetap dalam tren positif, maka sangat mungkin penjualan tembus 1 juta unit.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales atau dari pabrik ke diler pada November 2022 tembus di angka 91.086 unit atau di peringkat kelima penjualan tertinggi sepanjang 2022.

Penjualan tertinggi berasal dari Toyota yang menjual 26.462 unit, disusul Daihatsu dengan 20.963 unit dan Honda di posisi ketiga dengan 11.691 unit. Selanjutnya ada Suzuki yang menjual 8.160 unit dan Mitsubishi menjual 7.056 unit.

Sementara itu jika melihat wholesales sepanjang Januari-November 2022, total penjualan sudah mencapai 942.499 unit, jauh lebih tinggi dibanding year on year (YoY) di tahun lalu yang hanya di angka 790.529 unit, atau ada kenaikan 151.970 unit (19,2%).

Dengan capaian tersebut, maka sudah hampir dipastikan bakal mencapai target dari Gaikindo yang sudah direvisi. Semula Gaikindo menargetkan penjualan sebesar 900.000 unit, namun dalam sebulan terakhir angkanya dinaikkan sebanyak 60.000 unit.

“Kita sudah koreksi (target) sejak satu bulan lalu, jadi 960.000 (unit),” kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto┬ádi Jakarta beberapa waktu lalu.

Dengan asumsi penjualan di Desember atau akhir tahun mencapai 80-90 ribu unit, bukan tidak mungkin penjualan mobil di tahun ini tembus lebih dari 1 juta unit atau sekitar 1,02 juta-1,03 juta unit.

Angka ini ini sama bahkan lebih dibandingkan seperti sebelum pandemi. Sebagai perbandingan, selama Januari-Desember 2019, penjualan mobil mencapai 1.026.921 unit.

Padahal, ancaman resesi di tahun depan ada di depan mata. Beberapa pejabat tinggi negeri ini seperti Presiden Joko Widodo pun sudah mengingatkan potensinya. Namun, itu tidak berdampak pada angka penjualan mobil yang tetap tinggi menuju akhir tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*