Ini Profil Signature Bank yang Fokus Kripto & Ditutup FDIC

Seorang pekerja tiba di kantor pusat Signature Bank di New York City, AS. (REUTERS/EDUARDO MUNOZ)

Signature Bank yang berbasis di New York ditutup oleh regulator pada hari Minggu (12/3) malam waktu AS dan menambah daftar kegagalan bank besar AS dalam tiga hari terakhir.

Signature Bank mulai beroperasi pada tahun 2001, baru mulai berfokus ke industri kripto dalam lima tahun terakhir. Perlahan bank tersebut mulai berkembang pesat dan setelah krisis keuangan 2008 menjadi salah satu bank kesayangan investor karena memberikan layanan dan birokrasi yang tidak rumit dan berkepanjangan.

Pada tahun 2018, Signature mempekerjakan bankir yang berspesialisasi dalam kripto sebagai bagian dari upaya untuk berkembang di luar real estat komersial. Langkah tersebut diambil kala bank lain enggan menerima pelanggan kripto dan akhirnya menyulap Signature menjadi salah satu bank terkemuka di pasar kripto.

Fokus kripto tersebut membantu bank meningkatkan jumlah simpanan lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun. Pada awal 2022, sekitar 27% simpanannya berasal dari klien kripto.

Eksposur bank terhadap kripto menjadi masalah seiring berjalannya waktu. Ambruknya pasar kripto yang semakin parah setelah runtuhnya bursa kripto milik Sam Bankman-Fried, FTX, pada November, menguras simpanan miliaran dolar.

Akhir tahun lalu, bank tersebut mengatakan sedang mengurangi dan memutus bisnis dengan beberapa klien Kripto. Signature memutuskan hubungan dengan unit bisnis internasional Binance, pertukaran kripto terbesar dunia. Namun langkah tersebut gagal menenangkan investor. Kondisi semakin memburuk setelah minggu lalu Silvergate Capital Corp ambruk, bank lain ke dunia kripto, dan Silicon Valley Bank (SVB) yang berfokus pada teknologi.

Kegagalan Signature Bank mengancam untuk memperparah pengecualian lebih lanjut industri kripto dari sistem perbankan AS yang diatur. Beberapa perusahaan aset digital terbesar, termasuk Circle Internet Financial Ltd., Coinbase Global Inc. dan Kraken milik Payward Inc., menggunakan Signature Bank.

Minggu malam, beberapa perusahaan kripto mengadakan pertemuan darurat dan yang lainnya mengirim pesan kepada para bankir saat mereka mencari lembaga alternatif untuk menyimpan simpanan.

Jesse Powell, salah satu pendiri pertukaran kripto Kraken, mengatakan perusahaan mungkin harus memindahkan sejumlah uang dan mencari lebih banyak mitra perbankan.

“Sangat menyebalkan, maksud saya, seluruh industri harus kehilangan dua bank yang melayani industri [kripto] untuk pendanaan ritel,” kata Powell di Twitter.

Jeremy Allaire, kepala eksekutif Circle, menulis di Twitter bahwa perusahaannya akan menyelesaikan transaksi melalui Bank of New York Mellon Corp setelah Signature ditutup. Stablecoin milik Circle anjlok dari harga patokan US$ 1 minggu lalu karena kekhawatiran tentang mitra perbankan perusahaan. Jeremy Allaire mengatakan Circle akan membawa mitra perbankan untuk transaksi baru secepatnya pada hari Senin.

Saham SIgnature telah jatuh 23% pada hari Jumat, hari terburuk sejak go public pada tahun 2004, dan turun lebih dari 75% dalam 12 bulan terakhir. Beberapa pelanggan, ketakutan oleh keruntuhan yang cepat dari perusahaan lain, mulai memindahkan uang mereka dari bank ke institusi lain dalam beberapa hari terakhir.

Signature Bank memiliki aset US$ 110 miliar (Rp 1.650 triliun), dan deposito US$ 88,6 miliar (Rp 1.328 triliun) pada akhir tahun 2022. Berdasarkan deposito, Signature adalah bank terbesar ke-30 di AS tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*